Sejarah CU Sohagaini
Dalam sinode I Keuskupan Sibolga ditetapkanlah visi dan misi keuskupan dalam 5 tahun (2010-2014). Gereja yang dicita-citakan (Visi) adalah “Gereja Keuskupan Sibolga yang mandiri, solider dan membebaskan”.
Untuk melaksanakan visi tersebut, maka Pastor Paroki Roh Kudus Lahusa Gomo, P. Samuel Gulo bersama DPPI merencanakan pendirian CU Sejahtera supaya gerakan pemberdayaan ekonomi sungguh sesuai dengan semangat Sinode.
Besamaan dengan itu P. Petrus More, yang menerima tugas baru sebagai Wakil Ketua Komisi PSE Keuskupan Sibolga, ikut serta dalam Kompernas PSE KWI di Menado. Dari pertemuan tersebut timbul semangat untuk memulai gerakan CU di Lahusa Gomo dengan konsep dan semangat yang baru yang sesuai dengan Visi Keuskupan Sibolga, yakni masyarakat yang mandiri, solider dan terbebas dari berbagai keterpurukan, yang dengan kata lain kita disebut sebagai masyarakat sejahtera.
Pada tanggal 24 s/d 30 November 2013, pengurus dan anggota potensial CU Sejahtera (yang pada pelaksanaan SP dan BP berganti nama menjadi CU SOHAGAINI) mengadakan SPBP. Sejumlah hasil yang memuaskan berkaitan dengan perencanaan pengembangan CU SOHAGAINI yang dirancang pada SPBP tersebut, dirangkum dalam dokumen ini, yang akan menjadi pegangan bagi seluruh elemen penggerak CU SOHAGAINI tahun 2014 s.d 2016. Semoga CU SOHAGAINI (= yang menerangi) sungguh membawa terang bagi masyarakat di wilayah Paroki Roh Kudus Lahusa Gomo.